Menjelang acara musim gugur Apple, bocoran rantai pasokan dan kode firmware mengonfirmasi pembaruan penting pada Apple Watch Series 12. Meski tampilan fisik mempertahankan gaya familiarnya, Apple menyematkan peningkatan signifikan pada sensor biometrik, efisiensi daya, dan kemampuan kecerdasan buatan.
Lompatan paling mencolok berada pada sensor biometrik di bagian belakang. Menurut MacRumors, Apple menguji sensor detak jantung berkesinambungan 24 jam untuk memantau pemulihan fisik layaknya smart ring. Pada watchOS 27, data ini menggerakkan aplikasi baru Readiness yang bertengger persis di samping aplikasi Olahraga.
Berbeda dari pantauan tidur pasif aplikasi Vitals, Readiness menyajikan skor kesiapan tubuh berdasarkan beban latihan harian. Latihan beban juga diperkaya dengan pencatatan set, repetisi, dan beban angkat. Anda dapat meninjau sensor antar generasi di matriks sensor atau memeriksa model di alat pengenal model.
Preserved Benefit: Pembacaan berkelanjutan dan skor pemulihan menyaingi jam olahraga seperti Garmin tanpa keharusan langganan berbayar bulanan.
Explicit Trade-Off: Kerja sensor optik tanpa henti menuntut daya ekstra, sangat bergantung pada efisiensi chip S12 untuk menjaga baterai seharian.
Di sektor performa, Series 12 diyakini meluncur dengan chip S12 SiP yang lebih hemat daya guna mengoperasikan Siri AI di pergelangan tangan. Layar LTPO baru dengan kecerahan hingga 3.000 nits serta kembalinya opsi bodi keramik juga menjadi sorotan.
Untuk mengukur daya tahan baterai perangkat Anda saat ini sebelum melakukan upgrade, gunakan kalkulator baterai Apple Watch atau telusuri galeri watch face.